FORUMTEOLOGI |Gereja Kristen Indonesia
Just another Forumteologi.com weblog

June 25, 2008

Matius 15:21 - 31

Filed under: Bahan PA Lentera Umat — Martin @ 10:59 pm

IMAN YANG TERUJI
Pdt. Bonnie Andreas
Pendeta Jemaat GKI Ciledug Raya
Bacaan : Matius 15 : 21 – 31
Tujuan : Peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang Yesus yang datang bukan hanya untuk kaum Yahudi
Peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman bahwa peserta harus mempertahankan iman mereka di tengah begitu beratnya tantangan kehidupan

PENGANTAR

Seringkali orang menganggap jika telah mengikut Yesus, beriman kepada-Nya, maka semuanya ditanggung beres. Tidak jarang kemudian muncul kekecewaan berkaitan dengan pandangan yang keliru ini. Banyak orang kemudian meninggalkan Yesus karena saat mengikut Yesus, yang terbayang dalam benaknya adalah hal yang menyenangkan saja.

Sakit-penyakit, kegagalan, kebangkrutan, kehidupan keluarga yang sulit dan banyak hal lain seringkali menimpa kita. Semua itu kita kenal dengan istilah penderitaan. Memang penderitaan acapkali merupakan kesalahan kita dan dipakai oleh Allah untuk mengingatkan dan membuat kita melakukan yang lebih baik, seperti contoh sakit-penyakit karena seseorang terlalu giat bekerja sampai melupakan waktu untuk istirahat dan meluangkan waktu untuk keluarga. Sakit-penyakit ini dipakai Allah untuk mengingatkan kita agar kita bekerja keras namun tetap mengasihi tubuh dengan istirahat dan mengasihi keluarga dengan memberikan waktu yang cukup sebagai bentuk pertanggungjawaban kita pada keluarga yang dititipkan-Nya.

Namun tidak jarang penderitaan juga dipakai Allah untuk menempa iman kita, Ayub misalnya. Allah membiarkan pencobaan datang padanya, Allah ‘berdiam diri’ karena Allah sedang menguji iman Ayub. Akan tetapi tidak sedikit orang percaya yang tidak melihat proses saat Ayub dicobai dan hanya cenderung menyenangi bagian di mana Ayub dipulihkan, saat keluarganya dikembalikan kepadanya dan hartanya digandakan sebanyak dua kali.

Perikop yang kita baca ini memiliki pesan yang sama dengan kehidupan Ayub, yaitu Yesus ingin melihat iman yang teruji. Perikop ini pula yang sering digunakan teman-teman dari agama lain untuk menjatuhkan iman percaya kita pada Yesus, karena dalam perikop ini Yesus mengungkapkan bahwa Ia datang untuk orang Israel saja. Sehingga muncul asumsi bagi teman-teman kita ini bahwa Injil dan kekristenan bukan untuk seluruh dunia. Injil datang bagi bangsa Israel saja dan perlu penyempurnaan dalam agama lain.

PENJELASAN

Ayat 21
Dalam perjalanan-Nya Yesus memutuskan untuk pergi ke daerah Tirus dan Sidon. Beberapa pandangan mengatakan bahwa maksud dan tujuan Yesus adalah untuk membawa murid-Nya menghindar sejenak dari Herodes yang mulai merasa bahwa Yesus merupakan tantangan politisnya.

Ayat 22-23
Ketika ia berjalan ke Tirus dan Sidon, ia bertemu dengan seorang perempuan yang disebut dengan perempuan Kanaan atau orang Yunani bangsa Siro Fenesia (Mrk 7:24). Penyebutan untuk perempuan ini dikarenakan Tirus dan Sidon pada jaman Perjanjian Lama, berada dalam wilayah Kanaan. Bangsa yang meninggali Tirus dan Sidon adalah orang-orang Kanaan. Kanaan juga disebut Fenesia atau Siro Fenesia Kemudian dalam perjalanan sejarah, bukan hanya kedua kota itu, melainkan seluruh Kanaan dikuasai oleh Aleksander Agung dan kedua kota itu menjadi kota Yunani, yang tentu berkebudayaan Yunani. Perempuan ini pastilah juga bergaul kental dengan agama-agama yang hidup dalam kebudayaan Yunani. Tidak hanya itu, penyebutan bagi perempuan ini merupakan sebuah pembeda dari kaum Yahudi atau bangsa Israel. Di luar bangsa dan agamanya, kaum Israel menyebutnya dengan Kafir. Di awal penceritaan Matius dan Markus, hal ini dimunculkan guna mengajak pembaca tahu bahwa perempuan ini adalah perempuan kafir yang tidak masuk bagian dari anak Allah (sebutan bagi bangsa Israel).

Anaknya kerasukan setan (kakos daimonizetai). Perempuan tadi memiliki pendapat yang demikian. Sebutan kerasukan setan sebenarnya adalah sebutan bagi kondisi sakit-penyakit parah atau memang yang bersangkutan kerasukan setan. Ada anggapan bahwa sakit-penyakit datang karena ketidaktaatan pada agama. Hal ini mengingatkan kita pada teman-teman Ayub yang menganggap Ayub tidak taat sehingga Allah membiarkan setan untuk menimpakan banyak kutukan.

Kenapa ia datang kepada Yesus? Tentu hal ini tidak mengherankan, karena kabar pengajaran Yesus dan penyembuhan-Nya telah tersebar. Katakanlah Yesus telah menjadi selebritis, yang terkenal di mana-mana. Ia datang kepada Yesus bukan untuk mendengarkan pengajaran-Nya, tetapi datang iman untuk meminta penyembuhan. Dari sini ia terlihat sangat mengasihi anak perempuannya, sampai-sampai ia berteriak-teriak dan mengikuti Yesus. Dicatat dalam Markus 7:25 bahkan memohon dengan merendahkan dirinya dengan menyungkurkan dirinya di depan kaki Yesus. Ia percaya pada berkat dan karunia Yesus, sehingga ia tidak pernah lelah untuk berteriak dan memohon, meskipun Yesus dikatakan tidak menjawabnya sama sekali (ay. 23).

Pengajaran pertama bagi kita bahwa perempuan ini memperlihatkan iman dalam penderitaan yang tetap rendah hati dan terus berjuang. Berbeda dengan murid-murid-Nya yang juga dikatakan dalam ayat 23. Murid-murid mendesak Yesus untuk segera menyembuhkan anak perempuannya karena murid-murid melihat bahwa perempuan ini sangat percaya kepada Yesus. Sangat mungkin ada beberapa murid-Nya yang mendesak untuk mengusir karena perempuan ini membuat mereka malu dan menjadi masalah serta beranggapan bahwa ia bukan bagian dari orang Israel alias kafir.

Ayat 24-25
Yesus tidak mengusirnya, melainkan mengeluarkan kata-kata yang keras. “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”. Perkataan ini adalah pengujian yang sangat berat. Bila dibahasakan ulang “Tidak ada tempat untukmu orang yang bukan Israel”. Bila diberikan kepada kita, mungkin di antara kita akan menganggap perkataan ini adalah pengusiran dan memupuskan seluruh pengharapan kita. Dan sangat mungkin juga murid-murid Yesus merasa dibenarkan akan pandangan kemesiasan Yesus, yang diyakini hanya untuk memulihkan keadaan Israel. Tidak demikian dengan perempuan ini. Ternyata imannya sangat kuat dan pengharapannya sangat besar, ia tetap mengatakan pada Yesus, “Tuhan tolonglah aku”.

Ayat 26-31
Kembali Yesus mengatakan yang kedua kalinya, dengan lebih keras. “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”. Seperti dikatakan di muka bahwa anak-anak Allah adalah sebutan bagi orang Israel. Di luar Israel disebut kafir dan tidak jarang banyak orang Israel yang menyebut orang kafir dengan sebutan anjing. Tanpa iman yang kuat perempuan ini tidak mungkin bertahan setelah Yesus menggunakan istilah yang digunakan untuk menyebut kafir. Namun tetap dengan pengharapan yang teguh dan percaya dengan sangat serta kerendahan hati di hadapan Yesus, perempuan ini bahkan rela untuk memposisikan dirinya sebagai anjing yang mau menikmati berkat Yesus untuk bangsa Israel, meskipun harus makan sisa makanan yang jatuh dari mulut anak-anak.

Kesimpulan:
Terlihat dalam keseluruhan perikop perempuan itu menghadapi reaksi Yesus dan murid-murid-Nya yang keras :
1. Yesus diam
2. Murid-murid terganggu
3. Yesus mengatakan dengan keras tentang kehadirannya mengutip pandangan kemesiasan Israel
4. Yesus menggunakan kata-kata keras dengan mengutip pandangan tentang sebutan “anjing” bagi orang-orang di luar Israel

Semuanya itu dilalui oleh perempuan ini dengan menunjukkan iman yang kuat ada padanya yang akhirnya membawa kesembuhan bagi anak perempuannya. Iman perempuan ini ditunjukkan dengan :
1. Rendah hati
2. Merendahkan diri di depan Tuhan
3. Kesabaran
4. Pengharapan dalam perjuangannya
5. Menanggalkan harga diri di depan Tuhan

Jikalau teman-teman kita mengklaim bahwa Kristus dan Injil-Nya datang untuk Israel saja, maka tidak demikianlah Dia dalam perikop yang kita baca tadi. Yesus datang untuk semua orang. Perkataan-Nya dalam perikop ini adalah:
1. Menjelaskan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan Allah
2. Namun bukan Mesias seperti apa yang ada dalam pengharapan orang Israel. Perkataan-Nya adalah sindiran untuk membuka mata bagi murid-murid-Nya bahwa Mesias tidak hanya untuk Israel, melainkan untuk semua orang yang percaya (Rm 15 : 8-9).

PERTANYAAN PANDUAN DISKUSI

1. Bila kita adalah perempuan itu, apa yang mungkin kita lakukan ?
2. Sebutkan beberapa jenis perbuatan Yesus untuk menguji iman perempuan itu!
3. Apakah Saudara merasa diuji imannya? Dalam kejadian apa? Sharingkan!
4. Benarkah perkataan teman-teman dari agama lain yang mengatakan Yesus dan Injil untuk orang Israel saja? Jelaskan maksud Yesus menggunakan pandangan Israel tentang mesias!
5. Apakah Yesus memberikan ujian yang melebihi kekuatan kita? Renungkan sebuah lagu dengan teks berikut:

Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti
Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan b’ri
Tuhanmu tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti
Cobaan yang kaualami tak melebih kekuatanmu
Refr.: Tangan Tuhan sedang merenda, suatu karya yang agung mulia
Saatnya ‘kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasih-Nya

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress

Close
E-mail It