IDENTITAS DIRI YANG BARU
Pdt. Elizabeth H.
Rancangan Khotbah GKI 3 Agustus 2008
IDENTITAS DIRI YANG BARU
BACAAN I : Kej 32: 22-32
ANTAR BACAAN : Maz 17:1-7
BACAAN II : Rom 9:1-5
BACAAN III : Mat 14:13-21
AYAT PERSEMBAHAN : I Petrus 2: 5
Tujuan : Anggota jemaat dimotivasi untuk tidak mengandalkan kepada kekuatan dan kepandaiannya, melainkan sungguh-sungguh bersandar kepada penyertaan dan berkat Allah, sehingga memiliki orientasi hidup yang baru dan berkenan kepada Allah
DASAR PEMIKIRAN
Apalah artinya sebuah nama? Demikian ujar seorang pujangga kenamaan, William Shakespeare. Bagi sebagian orang lain ‘nama’ mengandung sejuta makna dan harapan. Misalnya, SLAMET, SETIADI, UNTUNG, LESTARI, HOK GIE, LEBIH, AKEH dll.
Ada orang mengganti namanya untuk menolak bala, buang sial demi peruntungan yang lebih baik. Ada pula yang karena sering sakit dengan mengganti nama berharap menjadi lebih sehat dan tidak lagi sakit-sakitan.
Bagaimana dengan orang yang mengganti nama demi identitas yang baru? Misalnya, buronan mengganti nama dan identitas yang baru agar tidak tertangkap. Para penjahat (teroris) agar dapat bergerak lebih leluasa merencanakan dan melakukan kejahatannya.
Sebuah nama tidak akan ada artinya apabila orang hidup tidak sesuai dengan nama yang disandangnya. Sebaliknya, nama akan menjadi identitas diri dan keberadaan seseorang apabila mencerminkan kehidupan yang sebagaimana mestinya.
Apakah kita perlu memiliki identitas yang baru dalam Tuhan dengan mengganti nama seperti dialami beberapa tokoh Alkitab? Diantaranya YAKUB MENJADI ISRAEL.
Identitas diri yang baru diperoleh ketika seseorang percaya dan menerima karya Tuhan Yesus di atas kayu salib bagi dirinya. Bagaimana ia hidup dengan identitas yang baru, duhulu berdosa sekarang menjadi anak Allah di dalam Kristus Yesus?
TAFSIRAN SINGKAT
1. Kejadian 32: 22 – 32
Yakub; orang yang rela memberikan makanannya demi sesuatu yang lebih berharga, yaitu berkat Allah. Untuk itu ia tega melakukan penipuan terhadap ayahnya dan merampas hak kesulungan saudara kembarnya. Yakub dari namanya digambarkan sebagai penipu. Kemudian karena ketakutan yang diciptakannya sendiri terpaksa harus melarikan diri dan tinggal di rumah pamannya. Sekarang waktunya pulang.
Dari cara Yakub mengatur rombongan perjalanan pulang tampak masih ada ketakutan terhadap akibat yang akan terjadi dari pengalaman masa lalu.
Dibutuhkan ‘sesuatu’ sebagai tanda perubahan, menghapus pengalaman buruk masa lalu. Ayat 24, seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Siapakah orang itu? Yakub memiliki semangat yang amat kuat tidak mau melepaskan orang itu sekalipun dipukul pahanya hingga terpelecok. Satu keinginan dan kebutuhannya; yaitu minta diberkati. Orang seperti Yakub dengan pengalaman masa lalu yang buruk menuju kehidupan yang baru membutuhkan peneguhan, pengakuan dan kekuatan dari orang yang dapat diandalkan.
Dan ia mendapatkan berkat itu. Namanya Yakub yang si penipu diganti menjadi ISRAEL. Dengan penjelasan bahwa; ia telah bergumul melawan Allah dan manusia dan menang. Yang memberkatinya itu tidak memberitahu nama dan siapa dia, namun ISRAEL tahu itu adalah Allah sendiri(ayat 30). Penderitaan dan kesengsaraan yang ditimbulkan karena kesalahan masa lalu mendapat pembenaran dari Allah. Semangat, tekad, keuletan dan kesungguhan serta berkat Allah membuat semua ketakutan dan keraguan disingkirkan. Ia mendapat identitas diri yang baru dihadapan Allah.
2. Roma 9:1-5
Rasul Paulus mengakui Mesias adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!(ayat 5)
Keprihatinan dan kerinduan Paulus agar orang Yahudi dapat menerima identitas Kristus Yesus sebagai Anak Allah. Paulus rela berkorban demi orang Yahudi di Roma apabila mereka percaya kepada Tuhan Yesus.
Umat Israel sebagai umat pilihan Allah dengan kemuliaan dan hak istimewa; ayat 4, 5, diangkat menjadi anak, menerima kemuliaan, perjanjian-perjanjian dan hukum Taurat, dan ibadah. Leluhur yang menurunkan Mesias, bukanlah hanya untuk menikmati identitas dan status istimewa pemilihan itu sendiri. Melainkan untuk menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi (catatan rencana pemilihan Abraham nenek moyangnya ketika diberi identitas baru, Kejadian 12 : 3)
Berkat-berkat dan keistimewaan yang diterima oleh bangsa Israel secara nasional maupun pribadi individual bukanlah eksklusif. Sebagai umat Allah bangsa Israel selayaknya hidup sesuai dengan iman umat Allah, bukan yang sebaliknya. Jikalau umat Israel dalam iman dan cara hidup tidak sesuai dengan identitas anak Allah, maka menyedihkan hati Allah juga.
3. Matius 14 : 13- 21
Mukjizat tentang Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang ini kita dapat melihat perjumpaan penting antara Injil sinoptis dan Injil Yohanes. Yang menunjukkan betapa pentingnya mukjizat ini dibuat dan ditulis. Merupakan pengalaman iman dan pembelajaran yang luar biasa bagi para murid Tuhan Yesus dan para pengikut-Nya. Ke empat Injil membicarakan hal yang sama dari sudut pandang masing-masing dengan fokus yang sama pula. Kepeduliaan Allah kepada manusia yang tidak berdaya dan kuasa Tuhan Yesus sebagai orang yang diutus Allah. Dalam mukjizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang terdapat beberapa pelaku yang cukup penting, misalnya; anak yang bersedia menyerahkan milik kepunyaannya. Murid Tuhan Yesus yang menemukan anak yang murah hati itu dll. Tokoh utamanya adalah Tuhan Yesus.
Injil Yohanes mencatat pengakuan terhadap identitas Tuhan Yesus. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
SARAN PENYUSUNAN KHOTBAH
Ilustrasi pendahuluan
Seorang anak Polinesia tidak diketahui siapa orang tuanya dan asal usulnya. Ia harus berjuang dan hidup dari belas kasihan orang dewasa, hinaan dan olok-olok dari anak-anak sebayanya. Ia sendiri juga heran kenapa diperlakukan seperti itu. Ia mendengar orang mengatakan dia adalah anak yang dibuang dewa jahat.
Sampai suatu saat ia terdampar ke sebuah pulau lain. Di sana ia dirawat dan dipelihara dengan baik. Jiwa pemberontakannya masih melekat pada dirinya karena dulu ia tidak diperlakukan baik oleh orang disekitarnya. Ia dididik sedemikian rupa dan dikasihi oleh orang yang menemukannya yang ternyata adalah kepala/pimpinan kaya di pulau tersebut.
Biasanya dipanggil Long Jone.
Kemudian hari, setelah anak itu menjadi pemuda asal-usulnya menjadi jelas karena seseorang yaitu neneknya sendiri mengenali tanda lahir yang ada ditubuhnya. Rupanya ia adalah anak dari sepasang suami istri pimpinan pulau tetangga yang mati karena badai dilaut dan anaknya yang masih kecil hilang tidak ditemukan. Itulah dia namanya Tama demikian orang memanggilnya. Apakah Tama kembali menjadi anak yang terhilang dan pemberontak? Kembali ke pulau orang yang membuat dia menjadi anak yang hilang? Tidak. Ia memilih tetap menjadi anak orang yang telah menyelamatkan dan mendidiknya dengan kasih dan memberinya identitas baru sebagai anak. Tama memilih tetap setia dan mengandalkan ayah angkat yang telah memberinya hidup baru dan terhormat dengan hak dan tanggungjawab yang penuh. Untuk itu ia harus banyak belajar dan hidup selayaknya anak pimpinan pulau. Jauh dari ketakutan dan memiliki damai sejahtera, jaminan Pewaris Long Jone.
ISI KHOTBAH
Dari kesimpulan tafsir
1. Sekalipun betapa buruk, bodoh, berdosa dan tak berdayanya manusia Allah tidak membuang dan memandangnya hina. Dia tetap menerima bahkan datang menolong dan memberkati orang itu agar berubah menjadi lebih baik. Karena kita ini umat kepunyaan Allah, maka seharusnya hidup dengan identitas diri yang baru bukan yang lama. Harus ada pertobatan yang mendatangkan damai sejahtera dan tidak lagi hidup dalam ketakutan. Ada kekuatan yang baru karena pengampunan dan jaminan berkat Tuhan.
2. Sebagai manusia umat kepunyaan Allah kita diingatkan bahwa Yesus adalah Anak Allah Juru Slamat yang kepada-Nya kita harus sembah. Tidak dan bukan yang lain. Kita harus mengenal, mengakui dan percaya kepada-Nya sebagai landasan iman dan hidup kita.
3. Manusia lemah dan tak berdaya memenuhi kebutuhannya, di dalam Yesus Allah ada belas kasihan. Apa yang dikira manusia tidak mungkin menjadi mungkin ketika kita berserah kepada-Nya. Dari kebutuhan sehari-hari makan dan minum kita dapat melihat kuasa Allah dinyatakan. Yang diminta dari manusia hanya percaya dan berserah dan taat melakukan firman-Nya mengandalkan Dia. Selebihnya Allah yang akan melakukannya.
Penutup
Dunia ini memang banyak hal yang membuat kita harus berjuang dan menderita. Namun bukankah justru itu juga yang membuat kita bersemangat untuk menekuni hidup ini. Jangan takut, kita mempunyai Allah yang sanggup menopang dan menolong kita. Karena kita telah ditebus dengan harga yang mahal yaitu Tuhan Yesus Juruslamat. Dulu berdosa sekarang anak Allah. Persoalannya apakah kita setia kepada Dia yang telah mengasihi kita.
TEOLOGI